Gagal Pastikan Juara Liga Prancis Lagi, PSG Malah Dibantai Lille 1-5

Paris Saint-Germain (PSG) guna keduakalinya beruntun gagal meyakinkan diri menjadi juara Liga Prancis.

Pada putaran ke-30 Liga Prancis, 7 April 2019, PSG dapat meyakinkan diri menjadi juara bilamana menang atas Strasbourg.

Namun, bermain di kandang sendiri, PSG hanya mendapatkan hasil imbang 2-2 dengan Eric Maxim Choupo-Moting tidak berhasil menceploskan bola ke gawang yang telah kosong.

Minggu (14/4/2019), PSG pulang memiliki peluang untuk meyakinkan diri menjadi juara Liga Prancis ketika bertamu ke lokasi tinggal Lille.

PSG perlu hasil imbang saja guna meyakinkan Lille, yang menduduki peringkat 2 klasemen, tidak barangkali lagi memburu mereka.

Akan tetapi, pertandingan tersebut ternyata menjadi mimpi yang paling buruk bikin PSG.

Juan Bernat sempat menyamakan skor pada menit ke-11 sesudah Lille unggul lewat gol bunuh diri Thomas Meunier 4 menit sebelumnya.

Namun, Bernat lantas menerima kartu merah menjelang babak kesatu selesai karena mengerjakan pelanggaran pada Nicolas Pepe.

Di babak kesatu, PSG pun sudah kehilangan Thiago Silva (menit ke-16) serta Meunier (24′) sebab cedera.

Bermain dengan 10 orang di babak kedua, gawang PSG dibobol 4 kali oleh Lille lewat Pepe (51′), Jonathan Bamba (65′), Gabriel Magalhaes (71′), dan Jose Fonte (84′).

Bukan tersebut saja derita PSG. Dua gol Kylian Mbappe pun dianulir sebab off-side.

Ini adalahkekalahan terjelek PSG di Liga Prancis sejak dipunyai oleh Qatar Sports Investments.

Terakhir kali Lille dapat mengalahkan PSG ialah ketika masih diperkuat Eden Hazard, yang sekarang menjadi bintang Chelsea, pada musim 2011-2012.

Lebih jauh lagi, ini ialah kali kesatu PSG kejebolan 5 gol dalam pertandingan liga semenjak 2 Desember 2000, ketika mereka kalah 1-5 dari Sedan.

“Kartu merah mengolah semuanya. Kami dapat saja menang dengan 11 orang, namun tidak dengan 10 pemain, lagipula melawan Lille,” kilah pelatih PSG, Thomas Tuchel, laksana dikutip Bolasportsbo dari website resmi klub.

Hasil Pertandingan Manchester United vs Barcelona: Skor 0-1

Barcelona sukses mengungguli Manchester United dengan skor tipis 1-0 dalam laga leg kesatu babak perempat final Liga Champions 2018-19 yang dilangsungkan di Old Trafford, Kamis (11/4) pagi-pagi sekali WIB.

Gol tunggal kemenangan Barcelona bermunculan di mula babak kesatu lewat bunuh diri Luke Shaw ketika berjuang menghalau sundulan Luis Suarez.

Kemenangan ini pasti menjadi bekal bagus untuk Barcelona yang bakal ganti beraksi sebagai tuan lokasi tinggal di leg kedua pada tengah pekan depan.

Menang di Kandang MU, Pique Tak Mau Tersingkir Seperti PSG

Bek tumpuan Barcelona, Gerard Pique mengaku dirinya enggan takabur walau timnya berhasil meraih kemenangan 1-0 pagi-pagi sekali tadi.

Pique merasa kemenangan 1-0 tak lumayan menjamin timnya akan lolos. Bek 32 tahun tersebut mencoba mengingatkan apa yang terjadi dengan PSG yang kesudahannya tersingkir walau di Old Trafford menang 2-0.

“Setelah PSG menang di sini dengan selisih lebih banyak kita tak dapat mempercayai hasil. Lihatlah apa yang terjadi dengan mereka,” ujar Pique laksana dikutip Marca.

“Mereka [United] ialah klub yang hebat dan mereka dapat membalikkan hasilm tapi penyokong kami pasti akan menolong kami,” tambahnya.

Laga Spesial

Sebelum laga, Pique menyinggung bahwa kembalinya dirinya ke Old Trafford adalahhal yang spesial. Pique juga kembali menegaskan urusan itu seusai kembali menikmati atmofer teater impian.

“Datang ke sini adalahhal spesial guna saya. Kami mengindikasikan permainan terbaik secara defensif dan secara individu saya merasa paling nyaman dengan umur dan empiris saya,” tutur Pique.

“Sangat sulit untuk meraih kemenangan di sini. Rasanya sungguh spektakuler dan semua penonton menyerahkan tekanan yang paling besar,” tukasnya.

post

Barca Akan Menghadapi MU Di Liga Champions 2018-2019

Pique Mewanti Barcelona: Jangan Biarkan MU Bertahan Hidup!

Bek Barcelona, Gerard Pique, sadar bakal ancaman Manchester United. Oleh sebab itu, ia mewanti timnya guna mengkonversi setiap kesempatan menjadi gol supaya skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer itu tak mempunyai harapan bertahan hidup.

Barcelona bakal menghadapi Manchester United dalam leg kesatu babak perempat final Liga Champions, Kamis (11/4) pagi-pagi sekali nanti. Pertandingan tersebut sendiri akan dilangsungkan di markas klub berjuluk The Red Devils tersebut, yaitu Old Trafford.

Kondisi Lionel Messi dkk ketika ini sedang lumayan baik. Pada akhir pekan kemarin, mereka sukses mengalahkan Atletico Madrid dalam laga lanjutan La Liga dengan skor 2-0. Hasil tersebut membuat Barcelona kian kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 73 poin.

Berkaca dari PSG

Barcelona barangkali dalam situasi terbaiknya, tapi tersebut bukan dalil yang tepat untuk memandang sebelah mata Manchester United. Sejak dirawat Ole Gunnar Solskjaer, Paul Pogba dkk sukses menemukan performa terbaiknya.

Contoh yang sangat nyata ialah saat mereka sukses mengalahkan PSG pada leg kedua babak 16 besar. Kala itu, The Red Devils mesti memburu ketertinggalan dua gol dari pertemuan kesatu dalam situasi ditinggal tidak sedikit pemain yang berhalangan tampil.

Tapi pada akhirnya, mereka sukses membalikkan kondisi dan lolos ke perempat final. Berkaca dari laga itu, Pique juga mewanti rekan-rekan setimnya guna tidak memberikan peluang hidup untuk MU andai tak hendak bernasib sama dengan PSG.

“Saya pikir duel melawan PSG ialah contoh terbaik,” tutur Pique dilansir dari Sports Mole. “Saya menonton kedua laganya dan beranggapan PSG bermain baik di babak kesatu, di babak kedua mereka mencetak gol dan dapat menciptakan lebih tidak sedikit lagi,” sambungnya¬†situs judi bola resmi dan terpercaya.

“Tapi kamu tak dapat membiarkan Manchester United hidup,” lanjutnya.

Harus Cetak Banyak Gol

Pique sadar bahwa timnya mesti memupuskan asa Manchester United untuk mengembalikan situasi. Caranya, timnya mesti mencetak gol sebanyak-banyaknya pada pertemuan perdana ini.

“Anda dapat mengalahkan mereka dengan mencetak tidak sedikit gol, kamu harus melakukannya sebab mereka ialah tim yang hebat, punya sejarah yang hebat dan telah diperlihatkan pada leg kedua di Paris, walaupun mereka memainkan tidak sedikit pemain muda dari akademi, mereka menang,” tambahnya.

“Laga itu ialah contoh yang bagus guna kami. Kami mesti terus berkonsentrasi semenjak menit mula hingga akhir pertandingan. Kami tahu Manchester United sangat riskan dan kami mesti tampil dengan permainan terbaik guna lolos,” tutupnya.

Sudah Lama Tak Bertemu

Pertemuan antara kedua kesebelasan terakhir kali terjadi pada tahun 2011 lalu, tepatnya pada babak final Liga Champions. Saat itu, Barcelona terbit sebagai pemenang dengan skor 3-1 berkat gol dari Pedro, Lionel Messi, dan pun David Villa.

post

Lionel Mesi Mencatat Sejarah di La Liga

Lionel Messi memborong gol kemengan Barcelona dikala menghadapi Espanyol pada laga minggu ke-29 La Liga, Sabtu (30/3/2019). Catatan tersebut membikin Messi mencatatkan namanya dalam buku sejarah La Liga.

Barcelona menang dengan poin 2-0 pada laga kontra Espanyol di Camp Nou. Gol pertama Messi dicetak melalui eksekusi tendangan bebas pada menit ke-71. Gol kedua Messi terjadi satu menit sebelum laga bubar memanfaatkan sodoran Malcom.

Kemenangan itu membikin Barcelona makin kukuh di puncak klasemen sementara La Liga dengan 69 poin. Messi semakin aman di posisi puncak daftar pencetak gol La Liga dengan 31 gol. Messi melesat jauh dari pemain lain.

Lionel Messi kembali mencatat sejarah. Sukses La Pulga memandu Barcelona menang pada laga derbi Catalan membuatnya telah mengoleksi 334 kali kemenangan di pentas La Liga sepanjang karier profesionalnya.

Dikutip dari laman sah Barcelona, jumlah tersebut membikin Messi jadi pemain dengan koleksi kemenangan paling banyak di La Liga. Messi melalui catatan yang sebelumnya diraih oleh legenda Real Madrid, Iker Casillas.

Ketika ini, Iker Casillas berkarier di Portugal bersama Porto. Dia itu membuatnya diragukan bisa menambah catatan kemenangan di La Liga, kecuali dia melanjutkan kariernya kembali di La Liga.

Lionel Messi telah menjalani musim ke-15 di La Liga sejak bermain untuk Barcelona. Secara total, Messi telah mencatatkan 445 penampilan dan menyumbang 414 gol untuk Blaugrana.

Mempertajam Rekor

Sementara, Messi masih berpeluang untuk mempertajam rekor kemenangan yang dia raih. Pemain asal Argentina masih aktif bermain. Peluang berusia 32 tahun dan nampaknya masih akan bermain untuk Barca sampai sebagian tahun ke depan.

Satu lagi catatan apik diraih Lionel Messi usai laga derbi Catalan. Messi cakap memperlihatkan konsistensi yang luar lazim dalam urusan mencetak gol. Dua gol ke gawang Espanyol membikin Messi kini telah mencetak 41 gol di seluruh laga musim 2018-19.

Dengan semacam itu, seperti dicatat oleh Squawka, maka Messi telah sukses mencetak 40 gol atau lebih dalam 10 musim terakhir. Hebatnya, Messi melaksanakan itu secara beruntun. Messi semacam itu tetap memberi donasi banyak gol untuk Barca.

Sementara itu, Barca kini unggul 13 poin dari Atletico Madrid di klasemen La Liga. Blaugrana untuk bisa mendapatkan gelar kampiun La Liga semacam itu besar dengan jarak poin tersebut.

post

Alvaro Morata dan 15 Golnya di Panggung Internasional

Spanyol menekuk tuan lokasi tinggal Malta 2-0 pada pertandingan dua-duanya di kualifikasi EURO 2020 Grup F, Rabu (27/3). Dua gol La Furia Roja dalam laga ini dibeli semuanya oleh striker Alvaro Morata. Morata mencetak gol-gol tersebut di menit 31 dan 73. Itu ialah gol ke-14 dan ke-15 Morata guna Spanyol di panggung internasional. Morata mengukirnya di penampilannya yang ke-29.

Morata telah mencetak 15 gol guna Spanyol melulu dalam 29 pertandingan semenjak debutnya pada November 2014. Selama periode yang sama, tak terdapat pemain-pemain Spanyol beda yang mencetak gol lebih tidak sedikit daripada Morata. Spanyol melewati dua laga kesatunya di grup ini dengan kemenangan. Sebelum menekuk Malta, mereka pun telah menjinakkan Norwegia. Berdasarkan keterangan dari Morata, timnya sedang di trek yang benar.

Lolos Secepat Mungkin

“Yang penting untuk kami ialah untuk dapat lolos secepat mungkin,” kata Morata sesudah laga melawan Malta, laksana dikutip UEFA.com. “Sepakbola telah tidak sedikit berubah dalam sejumlah tahun terakhir. Sekarang lebih sulit mengungguli tim-tim yang menumpuk pemain di belakang laksana ini.”

Alvaro Morata: Kemenangan Ini Untuk Luis Enrique

“Menang di sini krusial, namun kami punya semangat ekstra: kami hendak menang demi pelatih kami [Luis Enrique]. Semoga seluruh berjalan baik untuknya.”

Enrique memang tak dapat mendampingi timnya di laga melawan Malta. Dia absen sebab harus mengurus masalah keluarga.

Morata sendiri mengaku puas timnya bisa menang tanpa kehadiran Enrique. “Kami selalu berkeinginan memenangkan pertandingan yang kami hadapi, namun hari ini kami punya semangat tambahan guna menang,” buka Morata guna AS.

Demi Pelatih

Morata menyebut bahwa sang pelatih tengah berada dalam momen yang tidak lumayan baik saat ini, sehingga ia berangan-angan kemenangan ini dapat menciptakan sang pelatih lebih bahagia.

“Kami berkeinginan memenangkan pertandingan ini untuk pelatih kami. Dia pantas mendapatkan kemenangan ini dan kami selalu bersama dengan dia hingga akhir.”

“Dia tahu betul betapa bahagianya saya kembali ke tim ini. Kami berkeinginan lolos ke Euro 2020 sesegera mungkin, sehingga kemenangan ini sangat penting guna kami. Kami menang partai tandang dan kami fokus untuk pertandingan selanjutnya.

Doa Asensio

Di samping Morata, pada kesempatan ini winger Timnas Spanyol, Marco Asensio pun menyerahkan tribut guna Enrique.

Ia menilai pelatihnya saat ini membutuhkan penghiburan dan ia berangan-angan kemenangan ini bisa memperbaiki suasana hati sang pelatih.

“Kami mengirimkan pelukan untuk pelatih dari seluruh tim kami. Kemenangan ini untuk dirinya.” tandas winger Real Madrid tersebut.